Pages

Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 November 2014

GURU HEBAT

Guru adalah ilmu yang hidup. Gaya hidup mereka sudah menampakkkan ilmu yang mereka mau ajarkan.

Tanpa mengurangi penghargaan terhadap guru-guru yang lain di Kisol, pengertian itu saya temukan dalam diri seorang pak Blas Tani dan Pak Laurens Jerahu.

Minggu, 02 November 2014

Catatan Perjalanan bersama Guru

Delapan hari menjelang usia 60 tahun pada tahun lalu, pria tersebut tersenyum lebar dan hatinya seolah disesaki kebahagiaan yang tak terkira. Saya menjadi cemburu ketika untuk kesekian kalinya ia terlampau sederhana melukiskan kebahagiaannya.

Sebagai seorang pegawai yang memasuki usia pensiun, bukan tunjangan pensiunan yang berlipat-lipat dari gaji pokok yang ia banggakan tapi ketika bapak ini melihat cucu pertamanya menjelang hari ulang tahunnya yang ke-60 itu. Ia mengatakan, “ini hadiah terbesar dari Tuhan untuk saya menjelang usia pensiun ini.” Kehadiran anak pertama dari kakak sulung pada 2 oktober 2013 itu dilukiskannya sebagai suatu kegembiraan yang melampaui perasaan senang setiap mendengar berita tentang kenaikan gaji yang tersiar lewat radio setiap perayaan 17 Agustus.

Minggu, 07 September 2014

Pesta Nikah yang Tak Terlupakan

Kisah pernikahan ini memang tak semahal resepsi pernikahan Brad Pitt dan Angeline Jolie yang memakan biaya miliaran, tak semegah dan seelite kisah pernikahan anak SBY  di mana para hadirin beradu neces, dan tak seromantis dan seagung kisah pernikahan pangeran William dan Kate Midelton, namun kisah ini tetap sama-sama layak dikenang dan tak terlupakan. 

Minggu, 27 Juli 2014

Rumah Sakit

Di rumah sakit itu, saya mengerti tentang kerinduan seorang ayah.  

Ketika saya masuk di kamar itu, dia masih duduk tenang. Walaupun rambutnya hampir seluruhnya sudah beruban, kelihatan kering dan berjarak, ia duduk dengan tulang belakang yang tegak lurus seolah masih kuat, menggenggam koran dengan eratnya, dan  berpangku kaki. 

Sabtu, 19 April 2014

Musim Karet

Dibesarkan di kampung punya kenangan tersendiri. Apalagi di kampung yang tidak ada listrik. Gelap. Tak ada TV. Doraemon tidak kami tahu waktu kecil. Power Rangers apalagi. Dulu sempat ada nonton Wiro Sableng, disiarkan Minggu Pagi. Tapi hanya ketika ada perusahaan tambang. Setelah mereka pergi, tidak ada lagi. Itupun harus naik gunung. Letak basekamp mereka agak jauh dari kampung.
Kalau main catur, siap dua lawan satu. Selalu yang berdua dalam gambar kalah.


Waktu kecil kami punya banyak musim. Saat ujian di SD, kami agak sulit menjawab pertanyaan ini: “Di Indonesia ada berapa musim?” Dahi sudah pasti mengernyit. Syukur-syukur kalau tebakan benar. Soalnya kata musim membuat kami juga berpikir tentang musim kelereng, wayang,  musim karet, musim hongkiong, musim welu, musim mobil, musim mancing, musim rengka, musim kuda kayu, dan musim tikus.
 

simple text

Gregorius Afioma

Sample Text

Sample Text